Tampilkan postingan dengan label Sejarah Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2012

Prabu Siliwangi

“…SRI BADUGA Maharaja PRABU SILIWANGI…” Raja GALUH PAKUAN PADJAJARAN Yang ADIL BIJAKSANA.











Prabu SILIWANGI..."
Tersebutlah seorang Raja di Bumi Jawa Barat yang namanya tetaplah legendaris hingga saat ini. Dan Raja itu bernama Sri Baduga Maharaja Prabu SILIWANGI. Berdasarkan Keterangan dari Prasasti Batu Tulis yang terdapat di Jalan Batu Tulis Bogor. Beliau memerintah Bumi Jawa Barat selama kurang lebih 39 tahun, terhitung sejak tahun 1482 hingga 1521 Masehi, dengan nama kerajaannya adalah GALUH PAKUAN PADJAJARAN. Saat ini nama GALUH PAKUAN PADJAJARAN bekas nama Kerajaan Sunda yang dulu beliau pimpin itu, oleh pemerintah pusat tetaplah di abadikan dengan menjadikannya sebagai nama dari sebuah Universitas Negeri di kota Bandung yaitu Universitas PADJAJARAN dan juga Universitas PAKUAN Bogor.

Sejarah Kerajaan Pajajaran

Sejarah Kerajaan Pajajaran

Sejarah Kerajaan Pajajaran Telah Meleburkan Kedua Kelompok Sub-Etnik Ini Menjadi Satu "Orang Air" Dengan "Orang Gunung" Itu Menjadi Akrab Dan Berbaur Seperti Dilambangkan Oleh Dongeng Sakadang Kuya Jeung Sakadang Monyet [ Kura-Kura Dan Monyet ]. Dongeng Yang Khas Sunda Ini Sangat Mendalam Dan Meluas Dalam Segala Lapisan Masyarakat, Padahal Mereka Tahu, Bahwa Dalam Kenyataan Sehari-Hari Monyet Dan Kuya Itu Bertemu Saja Mugkin Tidak Pernah.

Rabu, 22 Februari 2012

Sejarah Sunda


Sejarah Suku Sunda

Sejarah Suku Sunda

ROGER L. DIXON
Pada tahun 1998, suku Sunda berjumlah lebih kurang 33 juta jiwa, kebanyakan dari mereka hidup di Jawa Barat. Diperkirakan 1 juta jiwa hidup di propinsi lain. Berdasarkan sensus tahun 1990 didapati bahwa Jawa Barat memiliki populasi terbesar dari seluruh propinsi yang ada di Indonesia yaitu 35,3 juta orang. Demikian pula penduduk kota mencapai 34,51%, suatu jumlah yang cukup berarti yang dapat dijangkau dengan berbagai media. Kendatipun demikian, suku Sunda adalah salah satu kelompok orang yang paling kurang dikenal di dunia. Nama mereka sering dianggap sebagai orang Sudan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedi. Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese.

Adat Sunda

ADAT ISTIADAT SUNDA

APAKAH ITU?
 
Kata adat berasal dari Bahasa Arab (dalam Bahasa Sunda: biasa, umum, lumrah), artinya: segala hal yang senantiasa tetap atau sering diterapkan kepada manusia atau binatang yang mempunyai nyawa, misalnya boleh orang mengatakan “kuda itu baik adatnya” atau “jelek adatnya”, tidak pernah dipergunakan pada kayu, batu atau lain-lainnya.

Jadi dalam Bahasa Arab, adat hampir sama artinya dengan tabiat.
Kata adat, sedapat mungkin dipergunakan untuk menghaluskan perbuatan, perlakuan, yang membuat kebaikan dengan orang lain, yang sama adatnya dan tata cara pada umumnya misalnya yang terdapat dalam satu desa atau satu negara, seagama maupun kebudayaannya.
Apabila melanggar adat, misalnya dalam mengenakan pakaian yang terbalik, pakaian yang terlalu bagus atau terlalu jelek. Begitu juga dengan perkataan yang tidak sesuai dengan orang lain, duduk tidak sama rendah, berdiri tidak sama tinggi dengan sesama. Maka yang bersangkutan telah keluar dari lingkungan adat kelompoknya.

Sekilas Sejarah Sunda

SEKILAS SEJARAH SUNDA

Berdasarkan data dan penelitian arkeologis, Tanah Sunda telah dihuni oleh masyarakat Sunda secara sosial sejak lama sebelum Tarikh Masehi. Situs purbakala di Ciampe’a (Bogor), Klapa Dua (Jakarta), dataran tinggi Bandung dan Cangkuang (Garut) memberi bukti dan informasi bahwa lokasi-lokasi tersebut telah ditempati oleh kelompok masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan, organisasi sosial, sistem mata pencaharian, pola pemukiman, dan lain sebagainya sebagaimana layaknya kehidupan masyarakat manusia betapapun sederhananya.